Minggu, 13 Mei 2012

Pria itu bernama Felix......


Assalamu’alaykum 

hHahay, lawas kadak menulis  (banjar language)
capcus yaa nek.

Kita orang Indonesia pastinya tahu dong program televisi “Indonesian Idol”. Saya  terus terang baru benar-benar  mengikuti acara tersebut tahun ini. 2012 men. Dari mulai audisi awal ga ada satupun episode terlewat. Acara ini ditayangkan live tiap jumat malam kemudian siaran ulangnya tayang pada hari minggu sore. Ada satu episode audisi yang sweet sekaliiii, tepatnya saat audisi di jakarta. Kalo yang ngikutin acara ini pasti tahu dong ada seorang peserta audisi yang dinyatakan oleh tim II(Indonesian Idol) sebagai peserta audisi tertua Indonesia Idol 2012. Yap namanya Felix Maringka yang dipanggil oleh juri ‘om Felix’. Meskipun terbilang sudah tidak muda lagi (67 tahun) tapi performanya ga kalah dengan peserta lain yang masih muda. Jumat, 11/05/2012 RCTI mengundang beliau lagi sebagai bintang tamu acara Indonesian Idol.

Pada saat audisi beliau menyanyikan lagu dari Louis Armstrong, what a wonderful world. Beliau mengatakan bahwa semua yang dilakukannya itu adalah untuk istri tercintanya di rumah. Hemmmmmhh so suiiiiiittt sekaliiii. Cinta sejati menurut saya karena dari matanya terlihat sekali bahwa beliau ini sangat mencintai dan mengasihi istrinya.  Beliau juga memberikan nasehat tentang cinta. Cinta menurut beliau adalah komunikasi. Jangan pernah memperpanjang masalah serta segera selesaikan masalah saat itu juga. Sebuah nasehat yang sangat bijak dan patut sekali untuk dicontoh.  Beruntung sekali yah wanita yang menjadi istrinya. 

Tapi kalau dipikir-pikir bukan cuma istrinya om Felix aja yang beruntung. Siapapun yang melihat episode ini menurut saya adalah orang-orang yang beruntung juga. Selain mendapat hiburan kita juga mendapat nasehat positif loh dari om Felix. Saya setuju dengan Ahmad Dani yang mengatakan bahwa om Felix ini adalah dewa cinta-nya Indonesia. 
Nasehat beliau ini untuk saya pribadi sangat menyentuh dan menginspirasi. Begitu banyak kita jumpai definisi tentang cinta. Cinta adalah ini, cinta adalah itu, cinta adalah begini, ataupun cinta adalah begitu. Banyak, lengkap, dan rumit jika diuraikan satu persatu namun ternyata sangat simple.
Yah, love is about comunication. 

Sederhana sekali kan, namun sering terlupakan. Komunikasi, komunikasi, dan komunikasi. Hanya itu, itu, itu, dan itu saja. 

Kalau disuruh memilih mau ketemu Ahmad dani atau om Felix, maka saya memilih yang kedua. Beneran loh ini, serius!!!. Selain itu saya juga ingin bertemu dengan istrinya, seorang wanita yang sangat amat beruntung sekali memiliki suami seperti om Felix yang tidak malu dan ragu untuk mengungkapkan perasaan cinta terhadap istrinya kepada  dunia. 

Semua diatas yang tertulis ini adalah murni pendapat dari saya pribadi. Saya tidak mau munafik menjadi seorang wanita. Ada kutipan dari seorang teman "Jika seorang Pria membutuhkan kepercayaan, maka seorang wanita membutuhkan pengakuan", wanita sangat suka diakui meskipun itu berkali-kali dan selamanya. Bukan hanya cinta, tahta, maupun harta. Selama seorang pria yang hidup itu membutuhkan kepercayaan, maka selama itu pula seorang wanita juga membutuhkan pengakuan. Jangan samakan “pengakuan” disini dengan kata-kata rayuan atau gombalan yah. Belajarlah wahai para pria kepada om Felix ini. Beliau mungkin bukan pria yang sempurna, tapi beliau sangat spesial karena tahu bagaimana dan kapan harus menyatakan cinta kepada pasangannya. 


Untuk pria : Bagaimana kami(wanita) mau konsisten memberikan kepercayaan kepada kalian(pria) jika kalian juga tidak konsisten memberikan pengakuan kepada kami?
Menikahi seorang wanita itu tidak seperti membeli rumah yang hanya membutuhkan materai(‘pengakuan’) sekali saja di awal loh.
Tetapi meski begitu, kami juga akan berusaha mengerti apapun dan bagaimanapun tentang kalian karena meskipun kalian lelaki bukan pilihan tapi kami, perempuan tetap punya hak memilih!  hHahaha.


I Love U WOLF!!

Sabtu, 03 Maret 2012

ARKANA

hai bloggii

minggu lalu kami bertiga menonton film. aku, iping, pepoy. film nya sih film sedih, harusnya melow dan selow yah, tapi gak tuh. gara-gara kelakuan kak iping yang konyol gila getoo.

ceritanya gak panjang-panjang amat sih. dan konyolnya, baru ngerti jalan ceritanya tuh pas udah selesai.

ada kutipan di akhir cerita yang menurut saya cukup bagus untuk diposting. ini kutipan dari karakter utama di film tersebut, gadis remaja cantik bernama cinta.

"Ayah mengajarkanku sunyi, sementara Arkana mengajarkanku bunyi"

dua tokoh penting dalam hidupnya ini telah mengajarkannya dua hal yang berbeda dan bertolak belakang. film tersebut sedikit banyak membuka pikiran saya tentang hidup. terkadang kita terlalu sibuk menilai seseorang dari penampilan luarnya, tanpa berusaha mengimbangi penilaian kita terhadap sisi terdalam orang tersebut. terkadang kita lebih cepat mengumpat kesalahan maupun keburukan orang lain daripada dengan sesegera mungkin berterimakasih atas kebaikan yang diberikannya.

semoga saya, anda, dan kita semua menjadi orang pendiam dalam mengumpat tetapi kritis dalam berterimakasih.
Amin

Minggu, 08 Januari 2012

memiliki sang serigala

Postingan ini saya dedikasikan untuk teman, sahabat, sekaligus kakak yang telah sudi membagi waktunya untuk mendengarkan keluh kesah saya. Selain itu juga sebenarnya karena saya ada tagihan postingan juga sih dari dia. mehHeheh, piss bro!!

Jadi beberapa hari yang lalu sempat terjadi miss komunikasi antara saya dengan wolf. Cukup menyakitkan karena ini pertama kalinya terjadi dalam kebersamaan kami. Sampai-sampai hilang selera makan. Alhasil perut terasa perih. Tapi mau gimana lagi, keluar kamar saja rasanya sudah tak mampu. Akhirnya saya tertidur karena kelelahan menangis.

Dari kesalahpahaman yang terjadi kemarin, ternyata ada pelajaran yang dapat saya petik. Pikiran saya menjadi lebih terbuka untuk memahami suatu hal yaitu memiliki.  Apa sih memiliki? Memiliki itu menurut saya adalah suatu kekuasaan dalam perasaan seseorang untuk berkuasa ataupun menguasai apa saja yang telah ia raih maupun yang dengan sendirinya ter-raih olehnya. Lagi-lagi tentang cinta yah bloggie.  

Banyak orang di dunia ini yang rela melakukan  segala cara untuk memiliki apa yang ingin dimiliki. Akan tetapi terkadang ketika sesuatu yang kita inginkan sudah termiliki, kita menjadi lupa bahwa apa yang kita miliki juga memiliki perasaan untuk memiliki apa yang ingin dia miliki juga. Hal ini pun terjadi pada saya. Khususnya mengenai wolf bloggie. 

Bisa dikatakan problem yang terjadi antara saya dengan wolf kemarin dikarenakan kurang lebih seperti paragraf di atas. Saya menginginkan dia lalu memiliki dia, tetapi saya lupa bahwa dia juga berhak memiliki apa yang ingin dia miliki. Padahal saya tahu apa yang diinginkannya bukanlah hal yang bisa mengancam kebahagiaan saya sendiri maupun kebahagiaan kami. Yah, saya tahu pasti itu. Dia hanya ingin kebebasan untuk berpetualang bersama teman-temannya. Dan dia berhak memiliki itu. 

Ini jelas menjadi paradigma baru dalam hidup saya. jika sebelumnya memiliki itu berarti menguasai, maka tidak dengan sekarang. Saya harus menekan ataupun menghilangkan sama sekali perasaan untuk menguasai apa yang saya miliki jika tidak ingin kehilangannya. Awalnya ini adalah hal yang berat. Mayoritas orang mungkin menganggap hal ini mustahil dan mengabaikannya. 

Akan tetapi percaya atau tidak, segera setelah hal tersebut saya lakukan entah mengapa saya merasa jauh lebih bahagia daripada sebelumnya. Pikiran saya menjadi jauh lebih ringan dan jernih dalam memandang segala sesuatu. Mungkin akan terdengar berlebihan, tapi saya juga merasa satu step lebih dekat dengan Tuhan. Kenapa bisa gitu? Karena DIA adalah pemilik dari segala sesuatu yang ada di sini. Dan karena saya jadi jauh lebih bahagia dari sebelumnya, maka saya tak segan untuk benar-benar  membuang perasaan ingin menguasai tersebut. 



Dear wolf,

Aku tak akan membatasi maupun menghalangi sejauh apapun petualangan maupun perburuanmu lagi. Aku memilikimu, namun tak akan pernah menguasaimu. Jika tak dapat kutahan perasaan ingin menguasai itu, maka aku hanya ingin berkuasa atas hatimu. Tidak ada yang lebih kuinginkan selain daripada itu. 

J’taime sweetywolf.......






Sabtu, 31 Desember 2011

tahun baru

Tak berbeda seperti malam-malam sebelumnya. Yang berbeda mungkin karena malam hari ini banyak orang yang menyalakan kembang api dan meniup terompet. Gemuruh suara kembang api saling bersahutan pada malam ini.Selain kedua hal tersebut rasanya semua malam sama saja. Tapi ini memang malam istimewa sih.

Detik-detik pergantian tahun.

and then.....

selamat tahun baru. . .untuk kita semua

Rabu, 28 Desember 2011

Saya menulis ini tanggal 25 desember. 3 hari berlalu setelah hari Ibu yang diperingati tanggal 22 desember. Situs-situs jejaring sosial penuh dengan ungkapan-ungkapan yang mengekspresikan seorang ibu. Beberapa diantaranya mengekspresikan seberapa besarnya cinta ibu, apa saja yang telah dilakukan seorang ibu, dan betapa ibu adalah sesuatu tak tergantikan dalam hidup seorang anak. 

Saya bersyukur dilahirkan ditengah-tengah keluarga yang bahagia dan harmonis. Tak pernah saya dapati hal-hal buruk mengenai hubungan ayah dan ibu saya. Semua berjalan begitu sempurna hingga saat ini. Alhamdulillah. 

Tiap tahun saya peringati hari ibu dengan sukacita. Entah mengapa selalu ada perasaan bersalah yang saya rasakan pada hari itu. Rasa bersalah karena selama ini apa yang saya lakukan tidak sebanding dengan apa yang sudah ibu lakukan. Rasa bersalah karena sering melawan,sering tidak patuh pada nasehat, dan sering berbohong juga pada ibu. Setelah mengingat semua, rasanya seperti prajurit ditengah peperangan, rela berkorban apa saja dengan jiwa dan raga untuk ibu tersayang (gitu juga kan kamu?boong banget kalo enggak). 

Tetapi setelah semakin dewasa, banyak hal-hal kompleks yang saya dapati mengenai seorang ibu. Tidak semua anak di dunia ini beruntung seperti saya ternyata. Banyak potret kehidupan mengenai ibu yang jauh sekali dari yang saya miliki saat ini.

Ini kisah nyata. Ada seorang perempuan yang saat ini menjadi warga binaan pemasyarakatan(WBP) a.k.a narapidana pada salah satu Lembaga Pemasyarakatan di Indonesia. Untuk ketiga kalinya dia masuk bui karena kasus narkoba. Anaknya 3 bro. Bayangin gimana perasaan anaknya, bayangin gimana kalau kita jadi anaknya, bayangin juga gimana kalo ibu kita seperti itu. Gimana??  Entar deh lanjutannya. Coba pikir dulu gimana...

 Terlepas dari segala potret kehidupan tentangmu ibu. Apapun dan Bagaimanapun dirimu. Engkau adalah segalanya bagi kami. WE LOVE U MOM!!





Kamis, 15 Desember 2011

something about bali



Tadi pagi menjelang siang, saya menonton ftv berjudul “something about bali” di salah satu chanel. Cukup menarik, karena isinya sangat manusiawi sekali. Sepasang kekasih yang merencanakan pernikahan harus berpisah karena tragedi naas. Sang pria harus meninggalkan wanitanya karena tewas dalam sebuah kecelakaan. Pernikahan yang dirancang indah harus berakhir dengan air mata. Perpisahan karena jarak,waktu, dan dunia. Tragis.

Hanya sebuah ftv sih. Tapi cukup membuat saya terharu. Yang ada dalam pikiran saya saat itu mungkin sama dengan pikiran orang-orang yang saat itu juga tengah menikmati ftvnya. “Bagaimana ya jika itu terjadi dalam hidup saya?”. Tarik nafas dalam-dalam. Masih mending putus atau diputusin walaupun rasanya sama-sama hancur juga, tapi setidaknya kita masih bisa melihat atau paling tidak kita tahu dia baik-baik saja di belahan bumi yang lain.

Dalam ftv tersebut sang wanita tidak mampu menerima kenyataan bahwa sang pria telah pergi selama-lamanya. 5 tahun tidak cukup untuk membuat dia memahami kepergian kekasihnya. Bagaimana kalau itu terjadi pada kita. Seumur hidup pun mungkin takkan mampu mengobati luka itu. 

Karena saya seorang muslim, maka saya mencoba memahaminya melalui pendekatan agama saya yang menyebutkan bahwa hidup, mati, jodoh, maupun rezeki sudah diatur oleh Tuhan. Kita masing-masing tidak akan pernah tahu apa yang terjadi esok hari karena semua adalah misteri ilahi. 

Ini membuat saya merenungi setiap hari-hari yang sudah saya lalui. Saya adalah seorang yang perfeksionis dan egois. Terkadang saya berkhayal terlalu jauh mengenai masa depan saya. Merencanakan hal-hal yang sebenarnya belum terlalu penting. Terlalu memaksakan diri atas hal-hal kecil yang sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan. Itulah saya.

Saya jadi teringat sebuah kalimat dialog dalam film “Letters to juliet” yang pemeran utama perempuannya Amanda Seyfried. Pemeran utama laki-lakinya saya lupa. Dalam dialog itu si perempuan mengatakan bahwa ia adalah seorang yang perfeksionis. Lalu si laki-laki menjawab “perfeksionis adalah cara halus untuk mengatakan bahwa sebenarnya kau pengecut”. Dan sekarang saya menyadari itu.

Saya menulis ini sore hari ketika hujan loh. Dalam naungan hujan saya merenung. Akhirnya saya dapatkan wacana bahwa saya harus berubah. Berubah dalam artian merubah cara pandang saya selama ini. 

Kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi nanti, besok, ataupun lusa. Yang bisa kita lakukan sekarang adalah berusaha menjalani hari sebaik mungkin. Bersyukur atas apapun yang kita terima. Jika harus menangis maka menangislah, dan jika mampu bertahan maka tersenyumlah meskipun senyuman itu semakin menyayat luka.

Selasa, 13 Desember 2011

Lanjutkan langkah

Insyaallah tidak akan menyesal karena semua dilakukan untuk membahagiakan orang tua. Selamat tinggal kisah tak berujung. . . .