baiklah.
assalamualaykum,selamatpagi,dan seterusnya.
Hari ini tepat 2 hari setelah hari jadi ayah saya tercinta ke-49. Untuk pertama kalinya dalam hidup saya tidak bisa memberi kecupan dan pelukan hangat untuk beliau karena dia di jawa dan saya di kalimantan. DAMN,DAMN,DAMN.........I MISS YOU PAPAAAAAAAAAAAAHHHH!!!.
Postingan pertama ini saya dedikasikan untuk ayah saya.
Seorang laki-laki gagah dari daratan borneo yang dengan keberaniannya merantau ke daratan jawa untuk mengubah nasib. So proud of you papaaahh. Gak semua laki-laki mau dan mampu melakukan apa yang telah ayah saya lakukan. Salut deh buat semua laki-laki di belahan dunia ini yang saat ini jauh dari kampung halaman.
Ayah saya bernama "ANTON SAPUTRO"
Lahir di Montallat, kabupaten Barito Utara, provinsi Kalimantan Tengah. Suku Dayak Bakumpai
tanggal 3 desember 1962.
anak ke-3 dari 7 bersaudara. 5 laki-laki dan 2 perempuan.
Aduh, sebenernya saya mau cerita tentang pernikahan ayah dan ibu saya, tapi mendadak lupa kapan tanggal perkawinan mereka. Ya ampun Tuhan tolong,yang pasti tahun 1987. Tiga tahun setelah itu lahirlah seorang bayi perempuan mungil nan cantik berdarah campuran dayak dan jawa yaitu ME!!! mmhHehe, yaiyalah sape lagee coba?!
Saya tahu dan percaya kalau Tuhan itu menyayangi dan mengasihi setiap umatnya. Sama rata dong pastinya, Tuhan gitu loh...uupss( 86 ya Allah). Saking sayangnya Tuhan sama umatNya, selalu ada rencana terbaik yang Ia siapkan untuk umatNya, walaupun terkadang sulit dipahami oleh setiap umatNya.
Contohnya niy saya yang dilahirkan dari ayah bersuku dayak dan ibu bersuku jawa. Duluuuuu banget pas masih kecil saya punya pikiran, kenapa saya gak jadi orang bule yah? rumahnya di luar negeri. Jaman segitu merinding broooh denger kata-kata luarrrr negeri. Apapun soal luar negeri kedengerannya keren gitu, yes no yes no mboten*hHaha.
Oiya, pelajaran yang paling saya benci saat masih duduk di bangku sekolah adalah pelajaran BAHASA JAWA. Kenapa??
1. disaat teman-teman yang lain nanya ayahnya, saya harus gigit jari karena ayah saya gak bisa jawab.
2. teman-teman saya menggunakan bahasa jawa halus dalam percakapannya dengan orangtua, sementara saya? pake bahasa dikit. maksudnya dikit-dikit jawa, dikit-dikit bhs indo. bahasa jawa yang saya gunakan pun adalah bahasa jawa ngoko:kasar. Makanya saya angkat tangan deh sama pelajaran ituh.
3. sekuat-kuatnya saya berusaha tetep aja nilainya pas-pasan.
tapiiiiiiiii yoweslaaahh,
sekaraaaaaang, jaman udah berubah meeeeeeen !!!
Saya cinta INDONESIA beserta segala isinya
balik lagi ke ayah.
Banyak sekali hal yang bisa kita ceritakan tentang ayah. Salah satunya yang saya alami adalah gini. Kerinduan ayah ke anak dan ibu ke anak pastilah berimbang. Sama-sama kangen, sama-sama rindu. Tapi heran deh tiap ditelfon mama obrolan selaluuuuu panjaaaaaaang dan seringnya saya yang menutup telfon. Tetapi ketika papa yang telfon berasa telfon sambil lomba lari, singkat padat jelas dan selalu papa yang menutup telfonnya.
Selain itu ada juga yang lain. Pada tiap kesempatan jalan-jalan keluarga, kami tak lupa membawa kamera dan handycam. Tujuannya yang pasti adalah untuk mengabadikan setiap momen keluarga. Pada momen-momen seperti ini harusnya kedua alat tersebut dibawa bergantian oleh setiap anggota keluarga supaya semua personel ikut terekam. Dalam keluarga kami tidak mengenal seperti itu. Dari awal hingga akhir liburan papa yang dominan membawanya. Di mata papa, sebaik-baik hasil rekaman maupun jepretan kami tetap saja kurang bagus bagi beliau sehingga dengan tekad kuat beliau akan mengambil alih keduanya.
Kurang lebih seperti itulah ayah saya.
Segitu dulu deh.
udahan yah
sekian
wassalamu'alaykum wr wb.