Rabu, 28 Desember 2011

Saya menulis ini tanggal 25 desember. 3 hari berlalu setelah hari Ibu yang diperingati tanggal 22 desember. Situs-situs jejaring sosial penuh dengan ungkapan-ungkapan yang mengekspresikan seorang ibu. Beberapa diantaranya mengekspresikan seberapa besarnya cinta ibu, apa saja yang telah dilakukan seorang ibu, dan betapa ibu adalah sesuatu tak tergantikan dalam hidup seorang anak. 

Saya bersyukur dilahirkan ditengah-tengah keluarga yang bahagia dan harmonis. Tak pernah saya dapati hal-hal buruk mengenai hubungan ayah dan ibu saya. Semua berjalan begitu sempurna hingga saat ini. Alhamdulillah. 

Tiap tahun saya peringati hari ibu dengan sukacita. Entah mengapa selalu ada perasaan bersalah yang saya rasakan pada hari itu. Rasa bersalah karena selama ini apa yang saya lakukan tidak sebanding dengan apa yang sudah ibu lakukan. Rasa bersalah karena sering melawan,sering tidak patuh pada nasehat, dan sering berbohong juga pada ibu. Setelah mengingat semua, rasanya seperti prajurit ditengah peperangan, rela berkorban apa saja dengan jiwa dan raga untuk ibu tersayang (gitu juga kan kamu?boong banget kalo enggak). 

Tetapi setelah semakin dewasa, banyak hal-hal kompleks yang saya dapati mengenai seorang ibu. Tidak semua anak di dunia ini beruntung seperti saya ternyata. Banyak potret kehidupan mengenai ibu yang jauh sekali dari yang saya miliki saat ini.

Ini kisah nyata. Ada seorang perempuan yang saat ini menjadi warga binaan pemasyarakatan(WBP) a.k.a narapidana pada salah satu Lembaga Pemasyarakatan di Indonesia. Untuk ketiga kalinya dia masuk bui karena kasus narkoba. Anaknya 3 bro. Bayangin gimana perasaan anaknya, bayangin gimana kalau kita jadi anaknya, bayangin juga gimana kalo ibu kita seperti itu. Gimana??  Entar deh lanjutannya. Coba pikir dulu gimana...

 Terlepas dari segala potret kehidupan tentangmu ibu. Apapun dan Bagaimanapun dirimu. Engkau adalah segalanya bagi kami. WE LOVE U MOM!!





Tidak ada komentar:

Posting Komentar