Postingan ini saya dedikasikan untuk teman, sahabat, sekaligus kakak yang telah sudi membagi waktunya untuk mendengarkan keluh kesah saya. Selain itu juga sebenarnya karena saya ada tagihan postingan juga sih dari dia. mehHeheh, piss bro!!
Jadi beberapa hari yang lalu sempat terjadi miss komunikasi antara saya dengan wolf. Cukup menyakitkan karena ini pertama kalinya terjadi dalam kebersamaan kami. Sampai-sampai hilang selera makan. Alhasil perut terasa perih. Tapi mau gimana lagi, keluar kamar saja rasanya sudah tak mampu. Akhirnya saya tertidur karena kelelahan menangis.
Dari kesalahpahaman yang terjadi kemarin, ternyata ada pelajaran yang dapat saya petik. Pikiran saya menjadi lebih terbuka untuk memahami suatu hal yaitu memiliki. Apa sih memiliki? Memiliki itu menurut saya adalah suatu kekuasaan dalam perasaan seseorang untuk berkuasa ataupun menguasai apa saja yang telah ia raih maupun yang dengan sendirinya ter-raih olehnya. Lagi-lagi tentang cinta yah bloggie.
Banyak orang di dunia ini yang rela melakukan segala cara untuk memiliki apa yang ingin dimiliki. Akan tetapi terkadang ketika sesuatu yang kita inginkan sudah termiliki, kita menjadi lupa bahwa apa yang kita miliki juga memiliki perasaan untuk memiliki apa yang ingin dia miliki juga. Hal ini pun terjadi pada saya. Khususnya mengenai wolf bloggie.
Bisa dikatakan problem yang terjadi antara saya dengan wolf kemarin dikarenakan kurang lebih seperti paragraf di atas. Saya menginginkan dia lalu memiliki dia, tetapi saya lupa bahwa dia juga berhak memiliki apa yang ingin dia miliki. Padahal saya tahu apa yang diinginkannya bukanlah hal yang bisa mengancam kebahagiaan saya sendiri maupun kebahagiaan kami. Yah, saya tahu pasti itu. Dia hanya ingin kebebasan untuk berpetualang bersama teman-temannya. Dan dia berhak memiliki itu.
Ini jelas menjadi paradigma baru dalam hidup saya. jika sebelumnya memiliki itu berarti menguasai, maka tidak dengan sekarang. Saya harus menekan ataupun menghilangkan sama sekali perasaan untuk menguasai apa yang saya miliki jika tidak ingin kehilangannya. Awalnya ini adalah hal yang berat. Mayoritas orang mungkin menganggap hal ini mustahil dan mengabaikannya.
Akan tetapi percaya atau tidak, segera setelah hal tersebut saya lakukan entah mengapa saya merasa jauh lebih bahagia daripada sebelumnya. Pikiran saya menjadi jauh lebih ringan dan jernih dalam memandang segala sesuatu. Mungkin akan terdengar berlebihan, tapi saya juga merasa satu step lebih dekat dengan Tuhan. Kenapa bisa gitu? Karena DIA adalah pemilik dari segala sesuatu yang ada di sini. Dan karena saya jadi jauh lebih bahagia dari sebelumnya, maka saya tak segan untuk benar-benar membuang perasaan ingin menguasai tersebut.
Dear wolf,
Aku tak akan membatasi maupun menghalangi sejauh apapun petualangan maupun perburuanmu lagi. Aku memilikimu, namun tak akan pernah menguasaimu. Jika tak dapat kutahan perasaan ingin menguasai itu, maka aku hanya ingin berkuasa atas hatimu. Tidak ada yang lebih kuinginkan selain daripada itu.
J’taime sweetywolf.......
Membaca judulnya aq langsung bergedik... Kengerian langsung merasukiku. ''Memiliki sang seriga'' ... Aq aja ga berani mendekatinya apalagi untk memilikinya...berr...
BalasHapusEh ternyata cuma analogi aja ya buat si dia yang bermata tajam yg sulit untuk dikendalikan... Analogi yg bagus karena walau kelihan kejam namun serigala adalah mkluk yg setia pada pasangannya. Itu yg pernah aq dengar.
iya kakaaaaaaakk
BalasHapus