Senin, 12 Desember 2011


Ku cium kau tanpa rencana
Ku peluk kau tanpa rencana
Apapun kubawa kau kemana saja
Meski tanpa rencana. . .

Di atas ini adalah penggalan lirik lagu “tanpa rencana” dari band Kunci. Pernah nggak sih mikir apa jadinya hidup tanpa rencana?? Mungkin mayoritas orang berpendapat tidak mungkin akan berhasil jika hidup itu tanpa rencana. Lalu bagaimana dengan cinta?? Apakah harus ada rencana juga agar berhasil? Lalu apa tolak ukur keberhasilan dari cinta?
Omong-omong masalah cinta, ga bakal jauh-jauh dari hati. Pengalaman pribadi ini. Jadi saya tidak tahu kapan tepatnya saya berganti hati. Selama hampir tiga tahun, yang mengisi hati saya adalah TWAS(inisial). Entah kapan tepatnya yang jelas sekarang WSES(inisial juga) yang mengisi hati saya.
Bukan tanpa alasan saya berganti hati. Jauh. Itu alasannya sehingga akhirnya saya berganti hati. Segitu parahnya kah hingga harus berganti? Apa hati yang lama sudah tak mampu lagi bertahan? Yah, hanya Tuhan yang tahu itu. Yang jelas ini semua terjadi tanpa rencana.
Sekarang WSES yang mengisi hati saya. Saya tak pernah berencana mengisi hati saya dengannya. Diapun juga pasti tak pernah berencana masuk ke  hati saya. Kalau sudah begini, maka saya anggap ini adalah rencanaNya yang saya yakin adalah yang terbaik.
Saya mau cerita sedikit nih tentang WSES. Dia itu laki-laki yang sudah dewasa. Selisih umur kami 7 tahun. Selisih umur yang ideal kata orang-orang. Dulunya ketika masih kuliah dia adalah mahasiswa yang aktif di organisasi pecinta alam.  Naik  gunung, masuk gua, keliling hutan, kurang lebih seperti itu kegiatannya. Sekarang dia masih aktif kok dengan kegiatannya tersebut, tapi di hati saya. Sihiyyy
Entah kenapa dia itu ibarat seperti doping dalam hidup saya. Dulu saya juga pernah punya blog, tapi sama sekali tidak ada postingan dalam bentuk tulisan. Susah banget mau nulis, rasanya kaya sakit pilek akut. Mampet, macet, dan otak tersumbat. Dia itu seperti ekspektoran kayaknya, mengencerkan dahak di otak yang menyumbat kreatifitas saya. Sekarang rasanya lega dan plong. Segini deh soal WSES.
Lalu mengenai hubungan kami. Kalau orang lain yang melihat pasti berpendapat bahwa kami pacaran. Saya sendiri sebenarnya juga kurang tahu kalau ditanya orang. Dan ini terus terang membuat saya agak galau pada awalnya, tetapi sekarang tidak. Yang pasti hubungan kami lebih kompleks dari kata “kompleks” itu sendiri. Saya memiliki dia lebih daripada yang dimiliki orang berpacaran. Yang paling membuat saya bahagia adalah saya memiliki tatapan matanya untuk saya. Tatapan mata yang mungkin tidak pernah dimiliki orang lain. Saya berharap dan berdoa akan memilikinya dalam jangka waktu yang lama, yang mungkin sampai saya sendiri sudah tidak mampu melihatnya lagi. Amin.
Intinya nih......
Mencintai maupun menyayangi seseorang adalah segelintir dari hal-hal yang mampu kita lakukan tanpa rencana. Padahal mencintai maupun menyayangi adalah hal yang besar. Jadi, jika kita mampu melakukan hal yang besar tanpa rencana, maka tidak ada alasan untuk kita tidak mampu melakukan hal-hal besar lainnya.....dengan atau meski tanpa rencana! 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar